Senin, 11 Mei 2015

Teman

Ga kerasa aku berteman dengannya hampir 4 tahun..kita bertemu kembali di kampus uksw ini. "Mbak Lala" biasa aku panggil dia. Dia kakak kelasku sewaktu SD, dan kita bertemu kembali dan menjadi sahabat sampai sekarang.
Mbak Lala memang kakak kelasku, umurnya juga jauh diatas kami, tapi kami nyaman dengannya. Mungkin hal paling bodoh yang kami lakukan saat itu adalah kejadian tahun 2013. Bahkan dia punya lagu kesayangan 11 Januari..hahaha sudah, sudah itu tidak perlu dibahas.
Sampai akhirnya dia bertemu orang yang bikin dia nyaman. Saat itu aku juga bertemu dengan seseorang yang bikin aku nyaman. Kami bercita-cita dengan pasangan kami masing-masing tetapi komunikasi harus tetap jalan.
Tapi banyak rintangan saat itu hingga akhirnya mbak lala mengalami keterpurukan saat dia jauh dari orang itu. Jujur aku yang tau awal cerita mereka jadi sedih. Tapi ya memang Tuhan telah merencanakan hal indah itu, sampai akhirnya mereka bersatu kembali sampai menikah.
Tanggal 3 Januari 2015 mereka menikah...senang rasanya melihat mbakku menikah dengan orang yang ia idam-idamkan. Sempat aku berfikir, "aku kapan nyusul ya", atau "aku apa bisa nikah sama (dia) ya"...pertanyaan itu muncul ketika aku melihat sahabatku berada di pelaminan tersebut.
Setelah beberapa bulan menikah dan menjelang pembuatan skripsi, mbak lala sudah harus terbang ke balikpapan untuk bekerja.
Masih ingat kami terakhir kali nongkrong bareng mbak lala. Di kafe dengan hot chocolate yang kami pesan..
kami memang belum mengucapkan perpisahan waktu itu..tetapi setelah kami mau ambil motor di parkiran. kami  merasa bakal ada satu yang hilang dari kami.
Aku yang jalan paling depan, lalu diikuti mbak lala..aku akhirnya peluk mbak lala disitu. Waktu itu aku merasa bahwa ga akan ada yang buat aku semangat lagi setelah aq mengalami putus cinta. Biasanya mbak lala yang ngajak aku keluar jalan-jalan tanpa arah yang jelas, kita menghabiskan waktu bersama dengan kekonyolan masing-masing..dan sekarang mbak lala pergi...
jujur aku disitu ga rela buat ini..tapi apa boleh buat. Di parkiran motor kami saling berpelukan..saling mengucapkan sukses untuk skripsi dan kegiatan kami masing-masing..
mbak lala bilang "uwis to lek ojo nangis..suk kan aku tetep mrene meneh pas ujian skripsi iso ketemu kalian"
Jujur disitu aku tambah sedih..mbak lala yang aku anggep partner, kakak, sosok ibu, pemberi nasehat, ternyata sudah pergi..mencari masa depannya dan tinggal bersama suami disana.
Terimakasih mbak...semoga kamu sukses disana..jika besok kita udah lulus, semoga aku punya waktu untuk main ke kalimantan..terimakasih nasehatmu, kekonyolanmu selama ini..terimakasih kita menjadi partner di LK..terimakasih semangatmu..semoga lekas punya momongan ya..biar aku jadi bulik mila paling cantik :*
i miss u always mak...:*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar