Senin, 13 Februari 2017

Kisah Si POPO (Aku Pasti Bisa)


Yang Aku Tahu Dengan Pasti



TUGAS REVIEW BUKU
MATA KULIAH PSIKOLOGI PENDIDIKAN




Judul Buku      : Yang Aku Tahu Dengan Pasti
Penulis             : Oprah Winfrey
ISBN               : 978-602-03-1585-0
Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama
Editor              : Susi Purwoko
Desain Cover  : Mila Hidajat
Layout isi        : Fajarianto
Tanggal Terbit : Juli 2015
Harga              : Rp 55.000
Tebal               : 189 halaman

            Buku “Yang Aku Tahu Dengan Pasti” merupakan buku karya Oprah Winfrey yang menceritakan tentang kehidupannya yang ia ketahui dengan pasti. Oprah Gail Winfrey lahir di Kosciusko, Mississippi, Amerika Serikat pada 29 Januari 1954. Ia merupakan seorang selebriti dan pengusaha Amerika Serikat yang namanya melabung setelah membawakan acara The Oprah Winfrey Show. Sosok Oprah sendiri merupakan pribadi yang selau bersyukur terhadap apa yang dijalaninya. Tetapi tidak banyak yang tahu apa yang di alamninya sejak ia kecil sehingga ia menuliskan ceritanya pada buku ini. Buku Yang Aku Tahu Dengan Pasti memiliki 8 bab pada setiap pembahasannya dengan tema yang berbeda-beda yaitu tema kegembiraan, kelenturan, keterhubungan, syukur, kemungkinan, takjub, kejelasan, dan daya. 

Inherent dan Jardiknas



Tugas Pertemuan ke-5 Inherent dan Jardiknas
Mata Kuliah Teknologi Informasi dan Komunikasi
Dosen Pengampu : Dr. Khaerudin, M.Pd


Pendidikan pada masa sekarang sudah berkembang sangat pesat baik di Indonesia ataupun di negara lain. Kemajuan pendidikan di Indonesia dapat di lihat dari meningkatnya jumlah lembaga pendidikan tinggi, meningkatnya jumlah sekolah dasar dan madrasah (SD/MI), sekolah menengah pertama dan madrasah tsanawiyah (SMP/MTs) dan sekolah menengah atas dan madrasah aliah (SMA/MA), peningkatan jumlah siswa dan mahasiswa berkaitan dengan meningkatnya jumlah lembaga pendidikan yang ada, menurunnya angka putus sekolah dari tahun ke tahun, dan angka partisipsi murni baik siswa SD/MI, SMP/MTs maupun SMA/MA juga terus meningkat.
Meningkatnya kemajuan pendidikan tersebut juga harus diimbangi dengan meningkatnya sarana dan prasarana pendiidkan. Dalam hal ini terkait dengan pemanfaatan Informasi dan Teknologi Komunikasi atau sering disebut dengan Information and Communication Technology (ICT). Sarana ini dapat untuk mengintergrasikan ICT dalam pembelajaran, dalam pengelolaan manajemen pendidikan, ataupun pemanfaaran ICT dalam kegiatan pendidikan.

Rahasia Coklatku..



PRAKTIKUM PEMBELAJARAN SAINS
                     PENERAPAN SAINS PADA ANAK

Nama Permainan           : “RAHASIA COKLAT”
          Alat/ Bahan                   :·        Lilin
·        Kertas putih
·        Bubuk coklat
·        Saringan
·        Kapas

Sasaran usia                           : 3-4 tahun
Aspek yang dikembangkan     :
   -   Aspek Kognitif
-         Aspek Motorik halus
-         Aspek Motorik kasar
-         Aspek Bahasa

Langkah-langkah bermain       :
1.     Siapkan bahan-bahan yang akan digunakan.
2. Ajak anak untuk menuliskan angka/ huruf diatas kertas putih dengan menggunakan lilin.
3.     Tulisan tidak akan terlihat
4.     Taburkan bubuk coklat keatas kertas putih
5.     Ratakan dengan kapas diatas tulisan yang dibuat
6.     Tulisan anak terlihat dan berwarna coklat

Mengapa terjadi demikian? Karena lilin mempunyai sifat seperti minyak, yaitu tidak suka dengan air. Bubuk coklat mempunyai sifat suka menempel pada bahan-bahan seperti minyak. Itu sebabnya bubuk coklat menempel pada bagian yang ditulis dengan lilin.







Anak menggambar dan menulis di hvs warna putih menggunakan lilin
 
Gambar dan tulisan tidak akan terlihat di kertas hvs



Taburkan bubuk coklat dan di ayak anak di atas kertas yang telah ditulisi dengan menggunakan lilin. 
Ratakan coklat dengan menggunakan kapas, tulisan akan terlihat di kertas
 

ANALISIS JURNAL INTERNASIONAL



ANALISIS JURNAL INTERNASIONAL
“Dampak Prososial dirumah dan Intervensi Berbasis Sekolah Berdasarkan Perilaku Kooperatif Anak-anak Pra Sekolah”

Judul                      : “Impact Of Prosocial Home-and School-Based Interventions on  Preschool Children’s Cooperative Behavior”
                       Dampak Prososial dirumah dan Intervensi Berbasis Sekolah Berdasarkan Perilaku Kooperatif Anak-anak Pra Sekolah
Penulis                   : SusanM. Doescher dan Alan I. Sugawara
Tanggal terbit        : 15 April 1992
Penerbit                 : Human Development Specialist (Montana State University)
Sumber                  : Terdaftar di http://m.ebscohost.com/

I.                   LATAR BELAKANG
Anak adalah salah satu tanggung jawab yang paling penting untuk orang tua. Melalui proses sosialisasi, sikap dan perilaku merupakan fungsi yang efektif untuk bersosialisasi dengan masyarakat. Perilaku prososial (tindakan yang membantu/ menguntungkan orang lain) merupakan salah satu keterampilan sosial yang orang tua inginkan anak-anak untuk belajar. Perilaku Kooperatif didefinisikan sebagai tindakan di mana dua atau lebih individu bekerja bersama menuju tujuan bersama (Goffin, 1987), adalah komponen penting dari perilaku prososial. Umumnya, anak-anak berperilaku kooperatif pada usia yang sangat muda (Hay, 1979; Honig, 1984), dan keterampilan kooperatif terus dibuktikan selama bertahun-tahun (Orlick, 1981; Tudge & Caruso, 1988). Selanjutnya, kerjasama tampaknya dapat melalui kegiatan bermain peran karena dapat menumbuhkan perkembangan prososial anak dan kognitif anak (Graul & Zeece, 1990; Johnson & Johnson, 1987).
Orang tua tampaknya sangat tertarik dalam strategi konkret. Mereka dapat menggunakan anak-anak prasekolah untuk mempromosikan perilaku prososial, terutama perilaku kooperatif. Bantuan sering dicari dari guru, pendidik kehidupan keluarga, konselor keluarga, penyuluh dan spesialis, dan profesional keluarga lainnya dalam memfasilitasi perilaku kooperatif pada anak-anak.
Penelitian telah dirancang untuk meningkatkan keterampilan prososial melalui berbagai teknik. Akuisisi perilaku prososial telah terbukti dipengaruhi oleh kedua orang tua dan guru selama tahun prasekolah (Shaffer, 1988). Teori pembelajaran sosial telah menyarankan bahwa perilaku prososial hasil terutama dari strategi pemodelan dan dorongan ditampilkan oleh orang dewasa ini (Goff & Demetral, 1983; Honig & Pollack, 1990). Meskipun pentingnya orang tua dan guru dalam memfasilitasi perilaku kooperatif, penelitian kecil telah berpusat pada peran orang dewasa dalam pembangunan prososial anak-anak. Sebagian besar intervensi telah terjadi di lingkungan sekolah, dengan sedikit perhatian yang diberikan kepada program yang dilaksanakan dalam pengaturan keluarga (Coker & Thyer, 1990).

Senin, 21 Desember 2015

7 Oktober 2015, awal bulan sudah bekerja di sekolah impian..ya, Tuhan memudahkan jalan buatku mendapat pekerjaan sebelum wisuda, thanks God for everything
@sekolah kristen lentera ambarawa

Senin, 31 Agustus 2015

Tuhan, engkau tau apa yang aku pergumulkan Tuhan..
Semua rancanganMu, semua rencanaMu, aku tau ini yang terbaik untuk masa depanku..
Buanglah segala kuatirku Tuhan..
Karna aku tau Engkau selalu memberikan masa depan yang terbaik untuk anak-anakMu
Amin....